PRODI REKAYASA TATA KELOLA AIR TERPADU
(Integrated Water Management Engineering)
Indonesia memiliki potensi sumber daya air yang besar, namun menghadapi ketimpangan ketersediaan dan pengelolaan yang belum optimal sehingga sering terjadi kekeringan dan banjir. Tantangan global seperti perubahan iklim serta tantangan lokal seperti degradasi DAS, eksploitasi air tanah, dan rendahnya kualitas layanan air menunjukkan bahwa permasalahan air di Indonesia bersifat kompleks dan multidimensi.
Permasalahan tersebut membutuhkan pendekatan terpadu yang tidak hanya berbasis satu disiplin ilmu, tetapi mengintegrasikan aspek hidrologi, lingkungan, teknik, dan manajemen. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang mampu menganalisis, merencanakan, dan mengelola air secara komprehensif untuk menjamin ketersediaan air dari segi kuantitas dan kualitas.
Program Studi Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu, berdiri pada tahun 22 September 2021, dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan mengacu pada standar nasional (KKNI dan SN-Dikti) serta praktik internasional. Kurikulum menekankan kemampuan analisis, perancangan, inovasi, serta komunikasi ilmiah dalam menyelesaikan permasalahan air secara terpadu.
Keunikan program ini terletak pada pendekatan multidisiplin yang tidak hanya menggabungkan aspek teknis, tetapi juga memasukkan aspek manajemen sejak jenjang sarjana (S1). Hal ini penting karena sebagian besar lulusan S1 langsung terjun ke dunia kerja, sehingga perlu dibekali kemampuan manajerial selain teknis. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki daya saing global serta mampu memberikan solusi inovatif dan aplikatif dalam pengelolaan sumber daya air.